Mencegah Jantung Koroner

Mencegah penyakit jantung koroner hal yang harus dilakukan pertama-tama adalah memantau faktor-faktor resikonya. Jadi kita harus rutin mengecek kolesterol, gula darah, dan tidak merokok. Semboyan dalam pencegahan penyakit jantung koroner adalah SEHAT, Seimbang gizi, Enyahkan rokok, Hindari stress, Awali tekanan darah secara teratur, Teatur berolahraga. Seimbang gizi adalah cukup protein, cukup gula, banyak seat (3 ons perhari), dan kurangi lemak. Bila seseorang menderita kolesterol tinggi  gula darah tinggi, cara makannya harus dibalik. Artinya makan buah atau sayur terlebih dahulu,s etelah kenyang,barulah menyantap nasi beserta lauknya. Enyahkan rokok,rokok merupakan radikal bebas yang sangat kuat karena tediri atas 1 zilion radikal bebas, Di dalam rokok terkandung 22jenis radikal bebas seperti ter, CO2, nikotin dan sebagainya. Seperti yang sudah kita singgung pembuluh darah menjadi cepat mati atau pembuluh darah meyempit, dan ini bisa menybabkan serangan jantung.

Mencegah jantung koroner dengan menghindari stress, stress kronis dapat menyebabkan meningkatnya hormone adrenalin yang dalam jumlah banyak bisa menjadi radikal bebas bagi tubuh. Awasi tekanan darah secara teratur, hubungan tekanan darah tinggi dengan serangan jantung karena tekanan darah tinggi dapat mempercepat timbulnya bisul-bisul pembuluh darah, karena tekanan darah tinggi membuat aliran darah menjadi cepat sehinga terjadilah tekanan gesek antara 2 butiran pembuluh darah dan dinding pembuluh darah. Gesekan ini menimbulkan luka yang akhrnya menjadi bisul pembuluh darah. Tekanan darah tinggi harus diturunkan dengan cara berdiet, yakni mengurangi garam (seperyti yang terdapat dalam garam dapur, bumbu masak, orackers, ikan asin, vaksin, dan sebagainya), serta mempertinggi semua buah mengandung Kalium.  Teratur berolahraga, Olahraga sebaiknya dilakukan sebanyak 3 kali smeinggu selama 40 menit.

jantungkoroner

Dalam pengobatandan mencegah jantung koroner salah satu cara yang dilakukan adalah CABG. CABG adalah operasi beda pintas koroner (CABG/Coronary Artery Bypass Graft) atau yang sering disebut sebagai operasi bypass adalah menyambung pembuluh darah vena yang diambil dari vena kaki atau lengan. Diharapkan dengan berlalunya waktu, pembuluh vena akan menjadi arteri. Namun ada juga yang diambil dari dalam,yakni menggunakan arterua mamaria interna (pembuluh darah dibagian payudara). Unutk menyambung pembuluh darah, jantung terlebih dulu dihentikan dengan cara mmasang alat pompa jantung-paru (heart –lung machine). Namun, 10 tahun terakhir ini telah diperkenalkan operasi dengan jantung yang berdenyut  terus tetapi minimal (off-pump heart lung machine). Teknik ini dilakukan dengan cara memberikan cairan yang menurunkan suhu/ temperature jantung shingga jantung berdenyut pelan. Kemudian pembuluh darah baru dijahitkan. Sebelum melakukan bypass, kondisi pasien harus sehat betul atau optimis boleh ada infeksi ditempat-tempat lain diluar jantung. Maka, pasien berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter gigi, dokter ahli paru, dokter penyakit dalam, dan dokter saraf.

Posted in Penyakit Jantung Koroner | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Jantung Koroner

Sejak tahun 1996 penyakit jantung koroner adalah penyebab kematian nomor satu di Indonesia. Padahal sebelumnya menduduki peringkat keiga di Indonesia. Tidak hanya di Indonesia, penyakit jantung koroner juga merupakan penyebab kematian normor satu d Amerika. Penyebab penyakit jantung koroner bukan diakibatkan karena terlalu banyak makan santan. Santan tidak menakkan koelsterol. Hal ini lebih disebabkan karena terlalu banyak mengonsumsi daging. Langkah-langkah yang bisa dilakukan pemeriksah dalam menangani kasus penyakit jantung koroner adalah melakukan sosialisasi hidup sehat dan kampanye antirokok yang seperti terdapat pada kemasan rokok, juga kampanye rajin berolahraga di Indonesia sendiri terdapat kelompok jantung sehat yang  biasanya diadakan olesh masyarakat atau organisasi tertentu dengan dibantu oleh pihak rumah sakit.

Penyebab utama kasus penyakit jantung koroner me ningkat di Asia Pasifik adalah way of life atau pola hidup orang Asia Tenggara. Hal ini terkait dengan tiga pokok :

  1. Gliko lipo toksisit, terlalu banyak makan yang manis-manis dan berlemak.
  2. Kebiasaan sedentary living, hidup santai, kurang melakukan aktivitas fisik.
  3. B erbagai macam polusi lingkungan yang makin parah dan makin banyaknya radikal bebas.

by pass dan stent

Di Asia tenggara sendiri terjadi perubahan mendasar padapenyakit jantung koroner, yakni adanya Westernisasi diet, yakni pola makan yang mengikutipola makan orang barat yang banyak mengandung lemak dan gula, seperti minuman ringan (soft drink) dan junk food. Selain itu, modernisasi di Asia Tengara mengakibatkan orang-orang menjadi lebih sedikit melakukan aktivitas fisik. Kemacetan lalu lintas yang parah di kota-kota besar dan ruang gerak pejalan kaki yang kurang juga berperan dalam hal ini.

Radikal bebas salah satu penyebab gejala jantung koroner adalah suatu ion molekul tanpa pasangan yang bisa mengikat molekul lain yang mengakibatkan molekul /zat tadi mejadi rusak atau berubah sifat. Misalnya, sel-sel pembuluh darah menjadi cepat matu atau pembuluh darah menjadi menyempit. Sel-sel yan berubah sifat contohnya adalah sel-sel kanker Sumber radikal bebas antara lain :

  1. Asap rokok
  2. Polusi udara
  3. Polusi kimawi atau lingkungan (mialnya semprotan nyamuk, inteksida cat).
  4. Polusi elektromagnetik (misalnya dari handphone, layar TV, layar monitor).
  5. Polusi daru tubuh sendri (misalnya penyakit kronis seperti diabetes)

Dengan mengonsumsi makanan yang mengandung antioksidan adalah salah sat cara mengurangi radikal bebas. Antioksidan adalah zat yang dapat menangkap radikal bebas supata tidak bereaksi. Ada beberapa jenis antioksidan :

  1. Vitamin E, C, A B12, dan B16
  2. Flatonoid; tempe, kedelai, the hijau, bawang putih, mengkudu, dan sebagainya.
  3. Mineral, seng, mangan, selenium.
  4. Enzim, co-enzim 10.

 

Posted in Penyakit Jantung Koroner | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Jantung Koroner Coronary Heart Disease

Mengapa perlu dilakukan pemeriksaan homosistein ?

Sebagaimana diketahui penyakit jantung koroner (PJK) disbabkan oleh penyempitan arteri koronaria akibat kakunya dinding pembuluh darah yang disebut aterosklerosis. Penyempitan tersebut dapat pula terjadi karena spasme atau kombinasi antara spasme dan arterioklerosis. Faktor risiko konvensional untuk penyakit arteri koronaria antara lain hiperlipidemia, hipertensi, diabetes mellitus dan riwayat keluarga dengan penyakit jantung dan pembuluh darah.

metabolisme-homosistein

Gambar : Metabolisme homosistein

Dilaporkan 25-35% kasus PJK tidak mempunyai faktor risiko diatas, namun mempunyai kadar homosistein  tinggi (hiperhomosistenemia) yang menunjukkan adanya proses arterioklerotik dan trombogenesis seperti pada infark jantung, stroke, penyalit pembuluh darah tepi dan trombosis.

Kapan Homosistein meningkat di dalam darah ?

Pada gambar diatas tampak bahwa kadar homosistein dipengaruhi oleh kadar dari vitamin B6, vitamin B12 dan asam folat. Homosistein diubah menjadi sistein yang dikeluarkan melalui urine, sehingga pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal dapat menyebabkan hiperhomosisteinemia. Hal ini dapat pula disebabkan oleh kelaianan metabolisme bawaan yang disebabkan oleh gangguan enzimatik. Pada keadaan ini kadar homosistein dapat mencapai 400 umol/L. Dilaporkan pada lelaki dengan kadar homosistein > 15.8 umol/L mempunyai kemungkinan untuk memiliki serangan jantung 3 x lebih besar dibandingkan dengan kadar < 15.8 umol/L.

Faktor apa yang mempengaruhi kadar homosistein ?

- Pertambahan usia

- Jenis kelamin

- Masa menopause

- Penyakit keganasan

- Penurunan fungsi ginjal

- Penggunaan obat methotreaxate, anti convulsan dan theopylline.

Bagaimana hiperhomosisteinemia dapat diketahui ?

Di laboratorium pemeriksaan hiperhomosisteinemia untuk pemeriksaan kadar homosistein serum dipakai metoda Fluorescence Polarization Immunoassay (FPIA). Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk menilai faktor resiko penyakit jantung koroner dan memantau hasil pengobatan pada hiperhomosisteinemia. Selain itu dapat dipakai untuk mengetahui adanya defisiensi folat, vitamin B12 dan vitamin B6. Pemeriksaan asam folat dan vitamin B12 dilakukan menggunakan metoda Electrochemilumi nescent Immunoassay (ECLIA), sedangkan pemeriksaan kadar vitamin B6 belum tersedianya sarana untuk pemeriksaan di Indonesia. Disarankan untuk pemeriksaan kadar homosistein perlu dilakukan pula pengukuran kadar asam folat dan vitamin B12.

Oleh karena pada hiperlipidemia yang menyebabkan penyempitan arteri koronaria, disarankan pemeriksaan profil lemak seperti kadar kolesterol, trigliserida, HDL kolesterol, LDL kolesterol dan lipoprotein (a). Dengan demikian untuk membantu deteksi dini gangguan penyakit jantung koroner perlu dilakukan pemeriksaan secara terpadu sebagai berikut :

-  Homosistein

-  Kadar vitamin B12 dan asam folat

-  Profil lemak : kadar kolesterol, trigliserida, HDL kolesterol, LDL kolesterol dan lipoprotein (a)

 

Posted in Penyakit Jantung Koroner | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Penyakit Jantung Koroner

Penyebab penyakit jantung koroner (PJK) adalah penyakit jantung yang disebabkan penyempitan arteri koroner, mulai dari terjadinya atersoklerosis (kekakuan arteri) maupun yang sudah terjadi penimbunan lemak atau plak (plague) pada dinding arteri koroner, baik disertai gejala klinis atau tanpa gejala sekalipun.

Mereka yang terkena penyebab penyakit jantung koroner ini merasa tertekan (seized) saat berjalan, lebih-lebih jika mendaki atau segera setelah makan, oleh suatu sensasi yang bersifat nyeri dan tak terfokus, yang terjadi di dada dan tampak bisa berakibat fatal (menghentikan hidupnya) jika berlangsung terus menerus atau intensitasnya meningkat. Bila moment penyebabnya menghilang, semua kesulitan itu juga akan ikut menghilang.

gejala-penyakit-jantung

Faktor penyebab penyakit jantung koroner dibagi menjadi dua, yaitu yang tidak dapat dimodifikasi (diubah) dan yang dapat dmodifikasi. Yang tidak dapat dimodifikasi antara lain adalah jeis kelamin laki-laki dan usia, Data menunjukkan bahwa laki-laki jauh lebih banyak menderita PJK dibanding perempuan. Perempuan baru banyak menderita PJk setelah menopause, yaitu pada usia diatas 50 tahun. Hal ini disebankan karena hormon esrogen memiliki efek proteksi terhadap terjadinya aterosklerosis di pembuluh darah koroner. Usia juga merupakan faktor resiko yang tidak dapat dimodifikasi. Semakin lanjut usia, semakin tinggi kemungkinan terjadinya PJK.

Memang dalam ilmu kedokteran, setiap penyakit mempunyai apa yang dinamakan susceptibility atau disebut juga predisposis genetik. Hal ii berarti ada orang-orang yang lebih mudah terkena PJk, sedangkan ada juga yang sampai tua pun massih memikiki arteri koroner yang mulus. Namun, kelompok terakhir ini presentasenya sangat kecil dibandingkan seluruh populasi. ‘

Faktor resiko yang tidak dapat dimodifikasi seperti yang tersebut diatas adalah usia, jenis kelamin laki-laki, dan faktor keturunan, baik dokter maupun pasien sendiri tidak akan dapat berbuat banyak. Jadi, yang lebih penting secara klinis sebenarnya adalah faktor resiko yang dapat dimodifikasi.

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Penyakit Jantung Koroner Dan Serangan jantung

Seringkali gejala pertama dari penyakit jantung koroner adalah kematian mendadak (sudden death) (35-40% kasus). Gejala lainnya (60%) adalah sakit di dada seperti ditekan-tekan, rasa sakitnya menjalar ke lengan kiri dan leher seperti tercekik. Untuk orang Indonesia, gejalanya mirip masuk angin yakni sakit di ulu hati, kadang-kadang diiringi kembung, tetapi disertai dengan denyut nadi yang lemah, cepat dan banyak keringat.

Orang Indonesia banyak menderita pembutuan pembuluh darah koroner di arteri LAD (Left Anterior Descending). Pembuluh darah ini menuju ke depan dan ke bawah jantung, jadi rasanya seperti masuk angin.

Masa emas (golden period)-nya adalah pada dua jam pertama setelah serangan pertama. Jika lewat dua jam, komplikasinya sudah berat. Jadi, bila anda tiba-tiba merasakan sakit ulu hati yang berat disertai keringan dingin, denyut nadi lemah, dan cepat, banyak keluar keringat, itu bukan masuk angin. Segeralah periksakan diri anda ke dokter.

Di Indonesia, serangan jantungnya tidak khas seperti di Barat, yakni nyeri di bagian dada yang menjalar ke lengan dan kemudian ke leher. Kebanyakan tanda yang muncul adalah sakit di ulu hati, kembung, dan seperti sedang masuk angin. Ketika orang-orang yang merasa dirinya masuk angin diperiksa, 30% dari mereka sebenarnya sedang tidak masuk angin, melainkan terkena serangan jantung koroner. Karena seringkali yang tertutup/menyempit  adalah pembuluh darah LAD yang menuju ke depan dan ke bawah jantung sehingga kelihatan seperti sakit lambung.

 

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pencegahan Jantung Koroner

Dewasa ini penyakit jantung koroner, telah menjadi penyebab kematian utama di Indonesia. Seperti di malkumi penyebabnya adalah terjadinya hambatan aliran darah pada arteri koroner yang meyuplai darah ke otot jantung. Salah satu hambatan berupa plak, dan prosesnya memakan waktu yang amat panjang, bahkan dapat bertahun-tahun, mungkin di mulai sejak masa muda yang seringkali memuncak menjadi serangan jantung atau operasi pintar koroner.

Bermacam sebab yang menjurus ke arah terbentuknya plak itu dapat disederhanakan menjadi sebagai pola makan dan pola hidup yang tidak benar, serta faktor genetika. Mengingat prosesnya yang cukup panjang, sesungguhnya tersedia cukup waktu untuk mencegah dan mengendalikannya, dengan syarat seseorang harus mengetahui sekurang-kurangnya proses timbulnya plak dan setelah itu memiliki kemauan besar untuk mencegahnya.

Dibawah ini adalah tips mencegah penyakit jantung koroner adalah :

  1. Periksa tekanan darah secara teratur
  2. Tidak merokok
  3. Periksa apakah anda mengidap diabetes, dan kendalikan kadar glukosa darah bila anda mengidap diabetes. 
  4. Pertahankan berat badan yang normal
  5. Diet rendah kolesterol dan lemak jenuh
  6. Olahraga secara teratur
  7. Kurangi dampak stres dengan cara relaksasi
  8. Lakukan pemeriksaan secara teratur
Posted in Penyakit Jantung Koroner | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner adalah penyakit jantung yang terjadi karena rusaknya dinding pembuluh darah karena beberapa faktor resiko seperti radikal bebas yang terkandung dalam rokok dan polusi, kolesterol tinggi, hipertensi, diabetes, kebiasaan merokok dan sebagainya. Kolesterol yang menimbun di dinding bagian dalam pembuluh darah, dapat mengakibatkan pembuluh darah mengalami penyempitan dan aliran darahpun menjadi tersumbat. Akibatnya, fungsi jantung terganggu karena harus bekerja lebih keras untuk memompa aliran darah. Seiring perjalanan waktu, arteri-arteri koroner makin sempit dan mengeras. Inilah yang disebut aterosklerosis.

Faktor resiko PJK adalah radikal bebas. Radikal bebas adalah ion molekul tanpa pasangan yang mengikat molekul lain yang mengakibatkan molekul/zat tadi menjadi rusak atau berubah sifat. Misalnya sel-sel pembuluh darah menjadi cepat mati atau pembuluh darah jadi menyempit. Sel-sel yang berubah sifat contohnya adalah sel-sel kanker. Sumber radikal bebas antara lain :

  • asap rokok
  • polusi udara
  • pulusi kimiawi/ lingkungan (misalnya semprotan nyamuk, inteksida, cat)
  • polusi elektromagnetik (misalnya dari handphone, layar tv, layar monitor)
  • polusi dari tubuh sendiri (misalnya penyakit kronis seperti diabetes)

Obesitas dapat menyebabkan penyakit jantung karena terlalu banyak makan. PJK bisa diturunkan dari keluarga, jika salah satu anggota keluarga mempunyai riwayat penyakit PJK. Artinya ada kecenderungan  dalam keluarga. Namun, penyebab dasar jantung koroner pada hakikatnya adalah karena kelainan metabolisme.

 

Posted in Penyakit Jantung Koroner | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Resiko Penyakit Jantung Koroner

LDL kolesterol atau yang lebih sering dikenal sebagai ‘Kolesterol Jahat’ sangat berperan dalam mengakibatkan Penyakit Jantung Koroner (PJK). Akan tetapi walaupun banyak pengobatan telah dilakukan untuk menurunkan konsentrasi LDL kolesterol, resiko Penyakit Jantung Koroner hanya menurun sekitar 50%. Oleh karena itu, sekarang banyak studi dilakukan untuk mempelajari faktor lain yang terkait dengan PJK.

Dalam tubuh kita, transport lemak berlangsung dalam partikel lipoprotein (gabungan antara lemak dan protein). Lipoprotein ada berbagai macam , yang telah banyak dikenal adalah low density lipoprotein (LDL) dan high density lipoprotein (HDL). Apo B-100 merupakan protein yang terdapat pada partikel-partikel lipoprotein yang dapat meningkatkan resiko PJK. Lebih dari 90% Apo B-100 teradapat pada partikel LDL.

Lemak yang berlebihan atau obesitas dalam tubuh merupakan faktor resiko PJK karena lemak berlebihan dapat menempel pada dinding pembuluh darah sehingga akan terjadi penyumbatan  pembuluh darah. Proses penumpukan lemak didalam pembuluh darah ini dikenal sebagai aterosklerosis. 

Pada saat lemak masuk ke dalam pembuluh darah, lemak akan masuk dalam bentuk partikel lipoprotein, terutama dalam bentuk partikel LDL. Apo B-100 sangat penting peranannya dalam atresklerosis karena dengan adanya Apo B-100 maka akan ada interkasi antara Apo B-100 dengan bagian dinding pembuluh darah yang mengakibatkan partikel LDL tersebut tertahan di dalam dinding pembuluh darah. Partikel lipoprotein-mengandung Apo B yang tertahan inilah yang akan meningkatkan resiko aterosklerosis karena partikel lipoprotein tersebut akan dirubah menjadi partikel berbahaya yang meningkatkan resiko PJK.

Posted in Penyakit Jantung Koroner | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Pengobatan Penyakit Jantung

Ada empat faktor yang mempengaruhi in-stent thrombosis yaitu diabetes, fungsi jantung kurang baik, sakit ginjal, penyempitan defuse, dan 3 pembuluh darah utama jantung terkena penyempitan, semakin banyak kombinasi dari 4 faktor ini by pass adalah pilihan paling tepat.

Resiko dan keuntungan dalam cara pengibatan penyakit jantung harus dipertimbangkan, by pass lebih baik resikonya sekitar 5% dan kalau stent resikonya 10%, tapi pasien tetap tidak mau by pass karena takut dioperasio dan in kehendak pasien sendiri. Disinilah tanggung jawab dokter untuk menjelaskan pada pasienmengenai resiko dan keuntungan by pass dan angioplasty. Kecenderungan di Indonesia dan di Asia ada rasa ketakutan terhadap operasi, memang bisa dimengerti dan ini sangat bergantung pada cara dokter menjelaskan.

Yang harus ditekankan bahwa stent dalam kasus tertentu tidak kalah dengan by pass tapi tidak pernah terbukti stent lebih baik daripada by pass, dalam kasus yang semakin sulit kecenderungan hasil by pass jauh lebih baik dari stent.

 

Posted in Penyakit Jantung Koroner | Tagged , , , , , | Leave a comment

Pengobatan Penyakit Jantung

Dalam menentukan pilihan antara by pass atau stent dalam pengobatan penyakit jantung , kita tidak hanya bicara soal penyempitannya, tapi juga harus melihat secara global dan secara holistik, seperti usia, penyakit yang menyertai, juga manfaat da resikonya sehingga memutuskan apa yang terbaik untuk pasien, dan tiap pasien kondisi serta kebutuhannya berbeda. Jadi bukan hanya melihat balon-nya atau by passnya saja.

Kecenderungan sekarang stent meningkat karena soal resiko dan masa recoverynya yang singkat. Belum lagi perilaku masyarakat Indonesia yang cenderung takut dengan operasi.

Stent memperbaiki penyempitan sementara by pass mengalirkan darah lewat pembuluh darah yang menyempit. Perbedaan yang paling utama adalah by pass lebih sering menghasilkan revaskularisasi lengkap, penyempitan bisa diatasi sepenuhnya . Pada angioplasty (stent) ada sekitar sepertiga yang tidak bisa mencapai revaskularisasi lengkap. Revaskularisasi lengkap berarti semua penyempitan pembuluh darah bisa diatasi.

Kalau dilihat dari resiko tindakan, by pass sangat tergantung fungsi jantung, pada angioplasty bukan hanya tergantung fungsi jantung tapi juga jumlah stent yang dipasang. Jika fungsi jantungnya baik berapapun jumlah stent yang dipasang, akan baik hasilnya. Makin banyak jumlah stent yang dipasang resikonya makin meningkat.  Misalnya by pass dengan fungsi jantung jelek resikonya sekitar 10%. Kalau stent dengan fungsi jantung jelek, resiko hasil jelek sekitar 2-3%, tetapi jumlah stent diatas 5 resikonya sama bahkan bisa lebih tinggi dari by pass, ini hanya contoh gambaran saja.

Selain itu resiko cairan kontras yang digunakan akan menambah beban kerja jantung dan semakin banyak kontrasnya semakin banyak mengganggu fungsi ginjal.

Tiap kali kita pasang stent ada kemungkinan terbentuknya gumpalan darah dalam stent yang disebut in-stent thrombosis rata-rata sekitar 0,5-1%. Pada pasien yang fungsi ginjalnya kurang baik, semakin banyak stent yang dipasang resiko pembentukan gumpalan darah makin tinggi, 50% dari serangan jantung yang berhubungan dengan pemasangan stent bisa berakibat fatal.

Posted in Penyakit Jantung Koroner | Tagged , , , , | Leave a comment